Rampai

Entry One:

Pagi: Gi buat "on site job"



Petang: Gi majlis bukak Posa



Khusyuk Makan apa tu...







Persembahan Percuma


Entry Two:

Comment: Pilihanraya Confirm Tahun ni Kalau betul. Sebab harga minyak pun tak bagi naik tahun ni. tahun depan tak tahu lah... tol plak camne?

Kadar tol baru oleh syarikat konsesi mula Januari 2008

Oleh Christina Koh
The Star

Rakyat Malaysia akan menghadapi kenaikan 10% pada kadar tol, dengan lapan syarikat konsesi menaikkan bayaran tol bermula Januari tahun hadapan, beritahu Menteri Kerja Raya Datuk Seri S. Samy Vellu.

Walau bagaimanapun, katanya kementerian sedang berusaha membuat cadangan untuk mengagihkan sebahagian kos kepada syarikat konsesi dan pihak kerajaan.

"Daripada meletakkan beban tersebut ke atas orang ramai, kita mahu bahagikan bebanan tersebut dibahagikan supaya syarikat-syarikat konsesi menanggungnya sedikit dan orang ramai sedikit.

"Saya akan meminta kerajaan jika ia dapat Bantu mengatasi situasi ini,” beritahunya kepada wartawan.

Ditanya berapa banyakkah kenaikan tol yang sebenar, Samy Vellu berkata, perjanjian menyatakan kenaikan 10%.

"Saya sudah kemukakan cadangan awal dan menjelaskan kepada Kabinet berapa kos sebenar yang terlibat, apa reaksi rakyat, apa yang kerajaan boleh lakukan, apa yang syarikat konsesi boleh lakukan sebagai syarikat yang bertanggungjawab dan apa lagi yang boleh dilakukan,” katanya.



Entry Three:

Taken From :
http://www.nasa.gov/mission_pages/station/expeditions/expedition16/index.html


The Expedition 16 crew members pose for a portrait at the Johnson Space Center. From the left (front row) are Russia's Federal Space Agency cosmonaut Yuri Malenchenko, flight engineer and Soyuz commander; astronaut Peggy Whitson, commander; and Malaysian spaceflight participant Sheikh Muszaphar Shukor. From the left (back row) are European Space Agency (ESA) astronaut Léopold Eyharts, astronaut Garrett Reisman and astronaut Dan Tani, all flight engineers.

Malaysian spaceflight participant? Bukan Malaysian First Astronout...Apa kata pak menteri?

SOALAN: NASA tidak mengiktiraf angkasawan pertama negara sebagai angkasawan, tetapi sebagai peserta penerbangan angkasa atau spaceflight participant. Tanpa pengiktirafan ini, adakah ini boleh menjejaskan imej dan kredibiliti angkasawan pertama negara.

"Ini hanya nama. Russia menggunakan istilah kosmonaut. Terpulang kepada Amerika Syarikat yang tidak mahu kita menyertai industri berteknologi tinggi ini. Amerika Syarikat tidak mahu semangat rakyat Malaysia bangkit. Persaingan akan memberi ancaman dan orang Amerika Syarikat takut negara kecil seperti Malaysia boleh bersaing dengan negara itu. Mengapa dia mesti menyokong agenda kita."

Dato' Seri Dr Jamaluddin Jarjis

Entry Four:
Lailatul Qadar

Oleh
Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid


[1]. Keutamaan Lailatul Qadar

"Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar" [Al-Qadar : 1-5]

Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.

"Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” [Ad-Dukhan : 3-6]

[2]. Waktunya

Diriwayatkan dari Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam 21,23,25,27,29 dan akhir malam bulan Ramadhan. [1]





Imam Syafi’i berkata : "Menurut pemahamanku. Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau : "Apakah kami mencarinya di malam ini?", beliau menjawab : "Carilah di malam tersebut" [Sebagaimana dinukil Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 6/386]

Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadis Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda.

"Artinya : Carilah Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan" [Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169]

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat dari Ibnu Umar, (dia berkata) : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/221 dan Muslim 1165]

Ini menafsirkan sabdanya.

"Artinya : Aku melihat mimpi kalian telah terjadi, barangsiapa yang mencarinya carilah pada tujuh hari terakhir" [Lihat Maraji’ tadi]

Telah diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam ke luar pada Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat, beliau bersabda.

"Artinya : Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui waktunya; mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29. 27. 25 (dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan dan lima)" [Hadits Riwayat Bukhari 4/232]



Kesimpulannya.
Jika seorang muslim mencari lailatul Qadar carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir : 21, 23,25,27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari pada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25,27 dan 29. Wallahu ‘alam

[3]. Bagaimana Mencari Lailatul Qadar.?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]



Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘anha, (dia) berkata : "Aku bertanya, “Ya Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?"Beliau menjawab, "Ucapkanlah :
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul afwa fa’fu’annii"
"Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku" [2]

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha.

"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengetatkan kainnya[3] menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/233 dan Muslim 1174]

Juga dari Aisyah, (dia berkata) :

"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya" [Hadits Riwayat Muslim 1174]




[4]. Tanda-Tandanya


Dari ‘Ubay Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Pagi hari Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan," [Hadits Riwayat Muslim 762]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Kami menyebutkan Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.

"Artinya : Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah" [4]

Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan" [Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486, sanadnya Hasan]


_________
Foot Note.
[1]. Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeza, Imam Al-Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr Bidzikri Lailatul Qadar, membawakan perkataan para ulama dalam masalah ini, lihatlah…
[2]. Hadits Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850 dari Aisyah, sanadnya Shahih. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan hal. 55-57 karya Ibnu Rajab Al-Hambali.
[3]. Menjauhi wanita karena ibadah,
[4]. Muslim 1170. Perkataan : "Syiqi jafnah" syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al-Qadhi ‘Iyadh berkata : "Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan".

0 Response to "Rampai"